Hotman Paris: Sisi Lain Dari Pamer

   Setiap pagi ketika saya membuka laman Instagram dari akun pribadi, pasti ada video yang kira-kira sambutannya seperti ini: “Selamat Pagi dari Kopi Johny”, atau “Berita dari Kopi Johny”. Ya, ungkapan tersebut sering dilontarkan oleh advokat kondang Indonesia, Hotman Paris Hutapea! Pria Kelahiran Laguboti, Sumatera Utara 58 tahun yang lalu ini dalam tempo enam bulan terakhir sering sekali menghiasi layar kaca telepon pintar dengan berbagai polah tingkahnya melalui akun Instagram yang sekarang followersnya sudah mencapai 735 ribu. Mayoritas isi dari akun tersebut adalah nongkrong di Kopi Johny pada pagi hari sambil memamerkan jas anti mainstream, dasi yang bling-bling entah beli dimana (dan akhirnya saya menemukan setitik cerah jawaban atas pertanyaan saya tadi setelah mengikuti postingannya), sampai mobil Lamborghini Aventador bernomor polisi B 777 HPH yang selalu menemani ketika sedang nongkrong di Kopi Johny.

   Saya selalu berpikir bagaimana caranya agar bisa menghujat beliau seperti kebanyakan warganet Indonesia menghujat Lucinta Luna yang katanya Transgender, atau bagaimana Elly Sugigi dengan gampangnya jatuh dari pelukan berondong satu ke berondong lainnya. Meskipun memang ada beberapa orang yang menghujat, bahkan yang juga mengaku sebagai pengacara terkenal (?).. Hmm, yasudahlah jangan fokus kesana, vin.

   Tapi untuk pengacara Batak satu ini, sepertinya sangat sulit untuk mencari hal apa yang dapat dihujat. Soal pamer harta berlimpah dan dikelilingi wanita cantik? Iya sih, itu cukup sering dilakukan dan membuat mayoritas kaum adam iri. Bagaimana tidak, dengan pesonanya (dan segala yang menempel di tubuhnya) banyak kaum wanita terpesona. Bahkan ada yang mengaku rela untuk menjadi pacar dan (yang lebih ekstrem lagi) rela dijadikan istri kedua, ketiga, hadeu.

   Pengacara yang memulai karier keadvokatannya dengan bekerja di salah satu kantor advokat di Sydney, Australia ini memang disukai dengan gayanya yang dianggap kocak dan unik. Setidaknya, itu yang dikatakan teman saya, Naufal Alka. Menurutnya, pembawaan Bung Hotman natural dan tidak dibuat-buat seperti apa yang ditunjukkan selama ini. Selain itu menurut Alka yang juga merupakan Redaktur DipanPers, Hotman Paris adalah salah satu figur yang bisa dijadikan sumber motivasi bagi seorang pemimpin yang selalu mengidam-idamkan bisa punya Lamborghini, kemana-mana naik pesawat dengan tiket First Class, punya rumah mewah, dan segalanya yang berhubungan dengan harta. Jika kalian merupakan orang yang menginginkan hal diatas (saya juga mengacungkan tangan), mampirlah ke Instagramnya, siapa tahu bisa termotivasi seperti kata Alka.

   Satu hal yang saya suka dari Bung Hotman adalah beliau rajin membantu orang. Berbagai warga dari bermacam kalangan dan penjuru daerah datang pada Hotman Paris bukan di kantornya di kawasan Jalan Raya Boulevard Kelapa Gading, tetapi di Kopi Johny. Dan yang membuat saya salut adalah beliau memberikan bantuan hukum ke orang-orang tersebut secara cuma-cuma alias gratis. Dan tidak jarang, setelah warga mengadu pada sosok Hotman, laporan yang biasanya mandek di kantor polisi langsung diproses dengan cepat (Ya keterlaluan sih, sudah diadu ke Hotman Paris, viral, mosok nggak kesentil sih pak, hehe).

   Selain membantu warga-warga tadi menemukan titik terang atas kasusnya, Hotman Paris, secara langsung ataupun tidak langsung, juga membantu sang empunya Kopi Johny itu sendiri. Dari awalnya yang hanya warung kopi sederhana yang menyajikan berbagai kopi rumahan ditambah dengan penganan Bakpao sebagai teman ngopi di sekitaran wilayah Kelapa Gading, kali ini Kopi Johny menambah cabangnya menjadi dua cabang dalam tempo kurang dari enam bulan. Cabang pertama ada di bilangan BSD, Serpong, Tangerang, dan cabang kedua berada di Jakarta Pusat, tepatnya di samping Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Auto-sukses cepat nih ya pak? Hehehe
Dan yang terakhir yang membuat saya bangga, sebagai sarjana Ilmu Politik, saya senang sekali dengan Hotman Paris yang bisa memberikan masukan baik dari segi hukum pidana, perdata, dan kebijakan politik tentang hukum di negeri ini. Mulai dari masalah pajak ke Ibu Menteri Keuangan, masalah gagasan terkait kapal Asing yang merupakan subjek hukum dari Ibu Menteri Kelautan Perikanan, sampai sering mengkritik DPR dan Menkumham terkait beberapa gagasan Hotman Paris yang katanya harus segera diterapkan di Indonesia.

   Saya berandai-andai, semoga gak terlalu kejauhan ya, saya sih pinginnya siapapun Presiden yang terpilih di 2019 nanti, semoga Bung Hotman bisa mendapatkan mobil baru. Kok mobil baru? Iya, mobil dinas yang sekarang dipakai Pak Yasonna Laoly, Menteri Hukum dan HAM RI.

Oleh : Kevin Prima Yudha
Editor : Muhamad Fachrial Kautsar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *