Rap-Rap Ala Cagub-Cawagub Sumatera Utara 2018

Foto : Ingot Simangunsong, https://www.suaranusantara.com/cepp-usu-eramas-493-djoss-345/

   Ketika berbicara tentang Sumatera Utara pastinya tak dapat lepas dari klub kebanggaan PSMS Medan. Klub yang telah meraih banyak prestasi tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Sumatera Utara. Selain banyak prestasi yang telah diraih, gaya bermain keras dan ngotot serta tak mengenal kompromi yang dikenal dengan Rap-Rap menjadi ciri khas tersendiri bagi klub kebanggaan Sumatera Utara tersebut.

   Dikutip pada laman FourFourTwo, PSMS Medan meraih beberapa prestasi antara lain: Juara piala perserikatan tahun 1967-1969, kemudian PSSI mengutus PSMS Medan pada piala Aga Khan Gold Cup tahun 1967 di Pakistan Timur dan berhasil menjadi juara dan dengan keluarnya PSMS Medan menjadi juara menjadikan PSMS Medan sebagai tim pertama asal Indonesia yang berhasil meraih gelar. Setelah Aga Khan Gold Cup, PSMS kembali menjadi juara perserikatan pada musim 1969-1971 dan juara bersama dengan Persija Jakarta musim 1973-1975. Selain prestasi yang disebutkan diatas tentu masih banyak prestasi yang telah diraih oleh PSMS Medan.

   Selanjutnya adalah gaya khas PSMS Medan yang seringkali menyulitkan lawan-lawannya saat berada dilapangan adalah Rap-rap. Secara umum gaya bermain Rap-rap dikenal dengan gaya bermain keras dimana keras yang dimaksudkan bukan dalam arti kasar melainkan mengarah kepada permainan dengan pressing tinggi, kegigihan dalam memberi tekanan kepada lawan, stamina yang tetap terjaga selama pertandingan berlangsung, dan tak kenal kompromi dengan tidak memberikan lawan menguasai bola berlama-lama. Hal ini sudah menjadi identitas PSMS Medan ketika dihadapkan pada sebuah pertandingan sepakbola dan hal itu sangat sulit untuk diubah.

    Berbicara tentang PSMS Medan tentu menjadi hal menarik dengan segala keunikannya terlebih apabila dikaitkan pada Pilkada yang akan berlangsung pada 27 Juni 2018 dimana dengan keikutsertaan PSMS Medan di Liga 1 menjadi perhatian tersendiri bagi para kandidat pasangan calon untuk meraih dukungan, tak terkecuali melalui sepakbola yang dimana didalam lingkungan sepakbola tentu terdapat basis pendukung yang kuat, solid, serta rasa memiliki yang tinggi terhadap suatu klub.

   Menurut Sudgen dan Tomlinson dalam (Bale & Cronin, 2003, hal. 175-195) dijelaskan bahwa sepak bola dipercaya mampu mengangkat harkat martabat dan juga peningkatan kehidupan bangsa. Lebih dari pada itu terdapat istilah peningkatan nasionalisme yang dinamakan nasionalisme semu dimana hal itu terjadi selama 90 menit di lapangan hijau. Nasionalisme yang dimaksud adalah kecintaan terhadap elemen-elemen pendukung klub yang ditunjukkan dengan bagaimana euforia yang dilahirkan baik oleh supporter dan pemain serta seluruh bagian yang ikut campur terhadap sebuah klub seperti pelatih, staf medis, pemilik klub, dan lain-lain.

   Tentu hal ini menjadi perhatian khusus bagi politisi atau kandidat pasangan calon, dimana keadaan tersebut sering dimanfaatkan sebagai sebuah strategi meraih dukungan dengan mencoba merangkul sepakbola dan elemen-elemen pendukung lainnya untuk mendukung calon tersebut, tentu dengan berbagai janji-janji yang diucapkan bagi sepakbola apabila terpilih. PSMS Medan dapat dijadikan sebagai modal sosial yang cukup penting untuk dapat memenangi pilkada Sumut pada bulan Juni nanti.

   Terdapat dua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sumatera Utara yang akan bertarung pada pilkada 27 juni 2018 yaitu: Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah serta Djarot Saiful Hidayat dan Sihar Sitorus. Jika melihat kedua pasangan calon terdapat dua tokoh yang tidak asing ditelinga para penggemar sepak bola Indonesia yaitu Edy Rahmayadi dan Sihar Sitorus.

   Sihar Sitorus merupakan nama yang tidak asing bagi penggemar sepakbola Indonesia dimana beliau memiliki beberapa klub di Indonesia seperti Pro Duta FC, Medan United FC, Medan Chiefs Deli Serdang, dan Nusaina FC, ditambah dengan pembinaan sepakbola usia dini yaitu Boca Juniors Football Schools Indonesia. Selain itu, Sihar Sitorus merupakan mantan komite eksekutif PSSI pada era kepengurusan Djohar Arifin Husin pada tahun 2011 yang kemudian menjabat sebagai Wakil Ketua Staf Ahli Timnas pada era kepemimpinan Edy Rahmayadi. Selain itu bagi PSMS Sendiri, Sihar Sitorus pernah memimpin PSMS Medan pada tahun 2008.

   Dikubu lawan, hal yang serupa juga dimiliki oleh Edy Rahmayadi dimana Edy merupakan ketua PSSI saat ini. Selain itu bentuk kepedulian Edy Rahmayadi beserta relawannya diantaranya menggelar sebuah turnamen sepakbola yang dinamakan Edy Rahmayadi Cup dimana turnamen tersebut dibentuk oleh RGC (Relawan Gerak Cepat) dengan diikuti oleh 34 tim sepakbola. Pergelaran turnamen tersebut sebagai salah satu kepedulian dimana minimnya sebuah turnamen bagi usia dini di Sumatera Utara. Turnamen tersebut diselenggarakan mulai dari tanggal 2 Desember 2017 sampai 18 Januari 2018 yang lalu.

Rap-Rap Ala Cagub-Wagub SUMUT

   Penggunaan kata Rap-rap bukan ingin menunjukkan sebuah kompetisi di dalam lapangan ataupun gaya bermain khas PSMS Medan melainkan bagaimana kedua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur menawarkan janji-janji politik terhadap kemajuan sepakbola Sumatera Utara dikaitkan dengan gaya komentar khas sepakbola Indonesia. Jika dilihat dari gaya bermain versi rap-rap yang memusatkan permainan pada pressing tinggi, kegigihan dalam memberi tekanan kepada lawan, dan tak kenal kompromi dengan tidak memberikan lawan menguasai bola berlama-lama jika dikaitkan dengan bagaimana persaingan dari kedua pasangan calon saling memberi tekanan satu sama lain dalam hal program yang akan diusung terhadap sepakbola Sumatera Utara jika nantinya menang pada pilkada Sumatera Utara.

   Pertandingan telah dimulai dengan penguasaan bola yang sama 50:50. Sihar Sitorus melancarkan sebuah umpan lambung dengan mengatakan bahwa apabila terpilih beliau bersama Djarot akan membangun Stadion berskala internasional, bukan hanya stadion melainkan fasilitas olahraga lainnya yang nantinya dapat digunakan untuk memajukan sepakbola serta olahraga lainnya di Sumatera Utara. Hampir saja membobol gagal lawan jeb..jeb..jebret ya ampun! Umpan tersebut dapat ditepis oleh kubu lawan dimana Edy Rahmayadi memberikan serangan balik dengan memberikan janji yang sama dengan pasangannya Musa Rajekshah yaitu dengan membangun Stadion berskala internasional. Serangan balik tersebut cukup mematikan dengan sedikit gocekan dibarengi tarian samba yang sangat indah bagaibaby shark du…du…du…du bahwa stadion tersebut nantinya akan diberi fasilitas seperti hotel, wisma atlet, kolam renang, dan lintasan lari.

   Masih dibayang-bayangi pihak lawan, pihak Edy masih menguasai bola mencoba mencari ruang dan bersiap-siap melepas tembakan keras dengan janji akan mengadakan turnamen pra-musim seperti yang telah diselenggarakan yaitu Edy Rahmayadi Cup atau mengembalikan turnamen Marhalim Cup yang cukup melegenda di Sumatera Utara dimana apabila terpilih maka turnamen tersebut akan diusahakan menjadi turnamen yang akan diselenggarakan bukan hanya sekali.

   Pihak Sihar kemudian menepis tendangan keras tersebut dan kembali mencoba memberi perlawanan dengan serangan balik yang cukup ampuh serta membelah lautan dan ahaiii Sihar mengatakan akan mendatangkan mantan pemain profesional kelas eropa untuk ambil bagian dalam memajukan sepakbola Sumatera Utara diantaranya Frank Lampard, Kaka, Michael Owen, Robert Pires, dan Thiery Henry dimana nantinya beberapa opsi tersebut akan dipilih sesuai kebutuhan sepakbola Sumut.

   Babak pertama hampir berakhir pemirsa dimana kedua pihak sama-sama jual beli serangan dimulai dari umpan ldr, aksi kelok sembilan dengan berusaha menghancurkan pertahanan rumah tangga dari kedua belah pihak, umpan membelah lautan, tendangan efek jera, lari cepat dari kedua belah pihak bagai lari antar provinsi antar kota semakin membuat pertandingan semakin menarik.

   Prit…prit, ya wasit telah meniup peluit pertanda berakhirnya babak pertama dan kita akan menganalisis jalannya pertandingan di babak pertama tadi, jangan kemana-mana tetap kawal pilkada Sumatera Utara demi kemajuan Sumatera Utara yang lebih baik. Pertandingan akan kembali dilanjutkan pada babak kedua dan tentu dengan program-program lainnya yang nanti akan ditawarkan oleh kedua pasangan calon mari kita saksikan dan kita tunggu kejutan-kejutan apalagi yang nantinya akan ditawarkan oleh kedua belah pihak, namun setelah pariwara berikut ini.

Oleh : Kevin Marbun

Editor : Alif Hanifin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *