AVENGED SEVENFOLD DALAM BAYANG-BAYANG ‘THE REV’

Sumber: https://i.pinimg.com/originals/d9/5b/2e/d95b2ee71a5ce1837f063f9bda1e81ea.jpg

Dear god, the only thing I ask of you is to hold her when im not around, when im much too far away”

A bit familiar? Yup, dua penggalan lirik diatas adalah mahakarya Avenged Sevenfold atau lebih identik dengan sebutan A7X merupakan sebuah band beraliran hard rock yang berasal dari Huntington Beach, California, Amerika Serkat band ini terbentuk tahun 1999 dan di Indonesia sendiri mungkin band ini lebih dikenal saat era 2000 awal dimana banyak sekali hits-hits mereka yang selalu terngiang-terngiang di telinga kita.

Band yang digawangi oleh 5 orang personil, Matthew Charles Sanders aka Matt Shadows (vocal), Zachary James Baker aka Zacky Vengeance (rhythm), Brian Elwin Haner Jr. aka Synyster Gates (lead guitar), Jonathan Lewis Seward aka Johnny Christ (bassist) dan tentunya sang nyawa dari band ini, almarhum James Owen Sullivan aka The Rev (drummer).

Pada awal kemunculannya, band ini memiliki genre metalcore dimana Shadows di setiap penampilannya harus selalu berteriak atau scream hingga pada akhirnya mereka ‘bertaubat’ dan menggeser genre mereka menjadi hard rock. Selama perjalanan karirnya, Avenged Sevenfold telah menelurkan 7 album dan album terakhirnya bertajuk The Stage telah rilis pada tahun 2016.

Pasang surut dalam dunia perband-an internasional telah mereka lalui, puluhan award atau penghargaan pun telah diraih, tapi memang umur tidak ada yang tahu, pada 28 Desember 2009 silam, sang ‘roh’ dari A7X, The Rev dipanggil untuk kembali kepada sang pencipta. Penyebab meninggalnya The Rev masih belum diketahui pasti, namun hal yang paling signifikan adalah The Rev meninggal akibat overdosis obat-obatan dan alkohol. Ya, ini lah mengapa alkohol dan obat-obatan berbahaya bila dikonsumsi secara berlebihan meskipun banyak yang bilang meskipun alkohol jahat, tapi ia tetap enak. Semua itu palsu, nyawa menjadi taruhannya.

Kabar meninggalnya The Rev sontak sangat menggegerkan jutaan fans Avenged Sevenfold di seluruh alam semesta, terutama ini merupakan kehilangan yang luar biasa besar di kubu Avenged Sevenfold. Bagaimana tidak, The Rev memiliki sejuta peran yang luar biasa pada diri band ini, The Rev sendiri piawai memainkan semua instrument dari mulai drum, gitar, bass, piano bahkan jadi vokalis sekalipun ia lakoni. Selain itu, The Rev juga merupakan songwriter utama di kubu A7X. The Rev sendiri banyak mendapat penghargaan individu diantaranya adalah sebagai drummer terhebat di dunia yang berada di urutan ke-9 (Rhythm Magazine) dan segudang prestasi lainnya.

Meninggalnya The Rev membuat A7X sempat vakum beberapa saat, mereka paham betul bahwa The Rev meninggalkan lubang di kubu A7X. Peran dan karakter The Rev tidak akan tergantikan oleh siapapun. Sempat terseok-seok, hingga pada akhirnya Matt Shadows dan kawan-kawan dapat melupakan sejenak The Rev dengan bergabungnya Mike Portnoy (Ex Dream Theater) yang mengisi kekosongan The Rev di album yang memang dibuat sebagai tribute untuk The Rev, Nightmare (2010). Sangat jelas sekali, album Nightmare ini didekasikan sepenuhnya untuk almarhum The Rev ketika hampir semua lagu bertemakan kehilangan dan kematian dan lagu yang paling sangat menyetuh qalbu adalah lagu So Far Away. Dalam lagu ini, khususnya di video klipnya, tergambar jelas bahwa bagaimana Avenged Sevenfold sangat kehilangan sosok drummer nyentrik ini. Dan lirik yang paling menyentuh adalah “How do I live without the ones I love? Time still turns the pages of the book it’s burned. I have so much to say but youre so far away.

Lagu ini jelas-jelas sangat emosional dan menggambarkan betapa hancurnya A7X sepeninggal The Rev, ditambah lagi video klip yang menampilkan banyak foto-foto dan video kebersamaan personil A7X dengan The Rev. Apakah ada yang lebih emosional daripada lagu ini? The Rev yang merupakan ‘roh’ dibalik band ini, pergi untuk selama-lamanya. Tidak ada yang mampu menggantikan namanya, even drummer kenamaan seperti Mike Portnoy.

Satu windu berlalu, ya delapan tahun. Delapan tahun sudah Avenged Sevenfold mengarungi kembali industry musik tanpa ‘roh’ mereka di dalamnya. Mungkin bagi sebagian besar fans Avenged Sevenfold, selalu ada yang kurang acap kali A7X mengeluarkan single atau album baru. Dari semenjak album Nightmare rilis, terhitung Matt Shadows dan kawan-kawan sudah merilis dua album lainnya yaitu, Hail to the King (2013) dan The Stage (2016) yang mana meskipun A7X kembali mengusung konsep seperti saat awal-awal mereka berjaya, tetap ada yang kurang yaitu sosok The Rev. Dan sosok penggantinya sekarang, Brooks Weckerman tidak akan pernah bisa menggantikan The Rev meskipun dinilai karakteristik bermain dari Weckerman dan The Rev ini hampir sama. Tapi, Avenged Sevenfold tetap kehilangan ‘roh’nya.

*Catatan:

Tulisan ini didedikasikan untuk mengenang 8 tahun meninggalnya James Owen ‘The Rev’ Sullivan.

Dear James, don’t be afraid because now you’re in the place of hope and no pain. You’re gone, but not forgotten.

foREVer!

 

Oleh : Naufal Alka Muhammad

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *