TUHAN VERSI PK?

Film PK (Pee-kay), source: http://resizing.flixster.com/

PK? mungkin teman-teman berpikir bahwa saya akan membahas PK dalam Bahasa Indonesia yang artinya penjahat kelamin. Oke tunggu dulu, PK (Pee-kay) ini adalah salah satu film India yang bergenre drama komedi dan berhasil meraup keuntungan sebesar US$ 48 juta pada hari ke-17 penayangannya. Selain meraup keuntungan yang banyak, film ini juga menuai banyak kontroversi.

PK ini bercerita mengenai alien yang turun ke bumi dengan bertelanjang untuk meneliti kehidupan manusia di muka bumi. Alien ini selalu membawa kalung remote control untuk menghubungi pesawat luar angkasanya agar sewaktu-waktu ia dapat pulang ke planet asalnya. Suatu hari, remote control alien ini dicuri. Ia pun mencari remote control tersebut agar ia dapat kembali ke planet asalnya.

Dalam pencarian remote controlnya yang hilang, alien (PK) ini belajar bertahan hidup di muka bumi ini dengan mengambil uang serta baju dari mobil yang bergoyang dan tidur gratis di penjara. Tidak hanya itu, ia pun menemukan konsep Tuhan yang sesungguhnya. Pencarian remote control ini juga menuntun ia untuk bertemu dengan seorang wartawan cantik yang bernama Jaggu. Jaggu pun membantunya dalam menemukan remote control ini.

30 menit pertama, kita diajak untuk mengenal cerita percintaan Jaggu yang membuahkan misteri dan akan diungkap di akhir cerita. Cerita percintaan Jaggu ini dipaparkan dengan adegan-adegan yang membosankan menurut saya. Namun saat dimunculkan kembali karakter PK, saya terpesona dengan cara penulis naskah menghadirkannya. PK hadir dimana adegan ia membagikan selebaran pamflet yang bertuliskan “MISSING” dan terdapat foto Dewa Shiwa.

Aaamir Khan sangat berhasil dalam memerankan tokoh PK ini dan memang tidak dapat dipungkiri bahwa karakter PK sekilas mirip dengan karakter Mr. Bean. Efek gambar yang disajikan saat pesawat luar angkasa PK mendarat di muka bumi, menurut saya masih kurang baik. Namun setelah itu, gambar visual pada setiap adegan dapat memanjakan penonton dengan baik. Backsound suara pada setiap adegan pun sudah sangat pas dan mendukung tersampaikannya emosi yang ada pada setiap adegan terhadap penonton.

Inilah bagian menarik yang akan saya uraikan, saya memberikan dua jempol terhadap penulis naskah terhadap ide cerita yang ia garap. Awalnya menurut saya, cerita PK ini seperti cerita alien pada umumnya. Namun, tidak. Ide-ide cerita penulis yang dituangkan dalam bentuk film ini sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Sehingga kita dapat membuka pikiran kita lebar-lebar akan apa yang terjadi di sekitar kita terlebih lagi konsep Tuhan itu sendiri.

Penulis berhasil menyampaikan pikirannya dengan menyelipkan berbagai adegan-adegan konyol dalam film PK ini. Contohnya seperti saat PK salah masuk menuju masjid dengan membawa anggur, yang saat ia masuk ke gereja ia malah membawa kelapa untuk ke kuil. Selain itu, saat PK masuk ke gereja melepas sepatu karena terbiasa di masjid dan di kuil yang melepas sepatu. Hal itu seperti hal yang kecil dan tidak kita perhatikan dalam keseharian kita. Namun sang penulis terpikir saja hal-hal unik seperti ini.

Saya juga tertarik dengan adegan dimana PK membuktikan kepada semua orang bahwa Tapasvi adalah nabi palsu yang hanya memanfaatkan harapan dan keimanan sesorangan untuk mendapatkan keuntungan materi sebesar-besarnya. PK menghadirkan lima orang dengan penampilan yang berbeda. Salah satunya si A menggunakan kalung bertanda salib. PK bertanya kepada Tapasvi, “Beragama apakah si A tersebut?” “Tentu saja ia Nasrani karena mengenakan kalung salib.” Ujar Tapasvi. Si A tersebut menjawab bahwa ia seorang muslim. PK menyimpulkan bahwa identitas seseorang agamanya apa, hanya dilihat dari penampilan saja.

Adegan tersebutlah yang menuai kontroversi dari berbagai pihak sehingga umat Hindu di India pun banyak yang mengecam film ini. Pada dasarnya, ide film serta pelakonan tokoh oleh Aamir Khan sudah sangat baik. Namun film ini mengandung unsur SARA yang dapat dikatakan cukup ekstrem.

Poster film dimana Aamir Khan bertelanjang bulat dengan hanya menutup bagian kelaminnya dengan radio pun menimbulkan berbagai kecaman selama penayangan film ini. Kecaman yang hadir dari berbagai pihak, membuat eksistensi dari film ini meningkat. Sehingga membuat film ini meraup keuntungan yang besar melampaui prestasi film Dhoom 3 di India.

Konsep Tuhan versi PK yaitu PK menyatakan bahwa Tuhan di muka bumi ini terdapat dua. Pertama, Tuhan yang benar-benar menciptakan manusia. Kedua, Tuhan yang diciptakan oleh manusia. PK menjelaskan bahwa ia juga tidak mengungkiri bahwa Tuhan itu benar adanya dan kepercayaan manusia atas Tuhan dapat memberikan manusia harapan selama hidupnya. Namun, banyak pula orang-orang yang menjadi nabi palsu dan menciptakan Tuhannya sendiri sehingga menyesatkan umat manusia.

Dengan pernyataan tersebut, membuat saya terkagum-kagum dengan cara pikir PK ini. Film ini sangat fantastis. Hingga di akhir cerita dimana PK mengungkapkan misteri mengapa Sarvaras yang merupakan kekasih Jaggu meninggalkan Jaggu saat mereka hendak menikah pun diungkap secara mengesankan dan tidak terduga.

Secara keseluruhan, penulis naskah berhasil menghadirkan alur cerita yang pintar dan menarik walaupun 30 menit pertama menurut saya membosankan. Namun hal itu tertutupi dengan pengungkapan misteri percintaan Jaggu di akhir film ini. Hal ini jelas karena pengembangan naskah skenario yang baik. Selain itu, pemeran PK dan Jaggu berhasil memerankan tokohnya dengan sangat baik sehingga penonton tidak akan kecewa menonton film ini. Sekali lagi setelah Aamir Khan berhasil bermain dalam film 3 Idiots, saya mencoba menonton film PK ini dan saya sangat merekomendasikan film ini.

Oleh : Lasya Salsabila

Editor : Muhamad Fachrial Kautsar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *