Kala itu Senja, Empat Sekawan Tertawa

    Sendja Gurau merupakan band asal Jakarta yang terbentuk pada bulan Juli tahun 2017 yang lalu. Band ini dibentuk oleh empat sekawan antara lain: Bagas (Vokalis/Gitar), Risad (Gitar), Palas Christian (Gitar), Awang (Bass). Sendja Gurau adalah band beraliran pop/folk akustik dimana awal mula cerita dari band ini terbentuk sebenarnya sudah sejak duduk dibangku SMA.

    Sebelum empat sekawan ini sepakat untuk bergabung bersama membentuk Sendja Gurau, rata-rata dan bahkan semua personilnya punya band masing-masing dan tentu dengan karakter musik yang berbeda pula. Dari empat personil tersebut hanya Bagas dan Awang yang sejak SMP dan SMA bergabung dalam satu band.

    Tanggal 23 oktober lalu, Saya berkesempatan untuk mewawancarai dua personil dari Sendja Gurau yang kebetulan sedang berada di Jatinangor yaitu: Palas Christian dan Bagas. Berikut hasil wawancara saya bersama kedua personil dari Sendja Gurau:

  • Mengapa teman-teman sekalian lebih memilih Sendja Gurau sebagai nama dari Band teman-teman dan adakah filosofi dari Sendja Gurau itu sendiri?

    Bagas, vokalis dari Sendja Gurau menceritakan bahwa nama Sendja Gurau diambil dengan sebuah filososi yang menurut Bagas bahwa Senja menurut Bagas bercerita tentang titik pertemuan antara siang ke sore dan sore ke malam dengan kata lain bahwa terdapat pertemuan dua sisi yang berbeda. Jika dikaitkan dengan pribadi seorang manusia, menurut Bagas bahwa manusia harus hidup seimbang tidak boleh terdapat sisi positif dan sisi negatif yang berlebih melainkan harus hidup berdampingan. Sedangkan, dari kata Gurau menurut Bagas bahwa hampir setiap saat ketika empat sekawan ini bertemu, mereka selalu bercanda tawa menikmati senja. Selain itu kebetulan pada saat yang sama Sendja Gurau pun terbentuk pada sore hari sekitar pukul 16.30-17.00 WIB di kediaman salah satu personilnya Risad.

  • Biasanya dimana tempat ngumpul teman-teman sekalian untuk latihan?

    Tempat biasa empat sekawan ini latihan itu dirumah dari salah satu personil mereka yaitu Risad, tempat favorit personil Sendja Gurau latihan itu di Teras Rumah Risad, dan biasanya sambil latihan atau mencari nada-nada baru untuk lagu mereka, keempat personil Sendja Gurau hampir tak pernah latihan tanpa ditemani segelas kopi.

  • Sudah adakah single terbaru dari Sendja Gurau?

    Sendja Gurau telah mengeluarkan single terbaru mereka dengan judul “Intuisi Tentang Rasa” judul dari lagu tersebut berasal dari Palas Christian dan lagu tersebut bercerita tentang percintaan dimana lagu tersebut menceritakan kisah nyata dari Bagas sendiri dan didalam lagu tersebut Bagas berprinsip bahwa kita sebagai laki-laki tidak boleh terpuruk disaat kita sedang putus cinta. Bagas menambahkan satu kutipan dari temannya sendiri bahwa “ketika kita sedang putus cinta kita tidak boleh terlalu lama terpuruk, cukup mendoakan kebahagiaannya dan jangan lupa balas dengan karya”.

  • Ada rencana mengeluarkan lagu baru?

    Ada rencana untuk mengeluarkan lagu baru, Sendja Gurau sedang mengerjakan sekitar dua sampai tiga lagu, lagu kedua berjudul “berdua denganmu” danl lagu ketiga berjudul “cerita dari timur jakarta”. Khusus lagu ketiga, Bagas menceritakan bahwa mereka ingin menceritakan awal mula perjuangannya dengan ketiga personil lainnya dimulai dari Jakarta Timur. Diluar dari rencana untuk mengeluakan lagu, Sendja Gurau mendapatkan tawaran dari beberapa pihak, dimana lagu Intuisi Tentang Rasa dijadikan sebagai soundtrack film disalah satu universitas daerah Jakarta.

  • Kesulitan apa yang dirasakan oleh teman-teman sekalian selama kurang lebih 4 bulan band ini terbentuk?

    Hambatan yang mereka rasakan adalah mencocokkan waktu mereka untuk berkumpul karena rata-rata personil mereka sementara tinggal ditempat yang berbeda-beda seperti Palas Christian berada di Bandung dan salah satu personil lainnya berprofesi sebagai Pilot dimana tahun ini jam terbangnya pun sampai bulan desember sehingga para personil dari Sendja Gurau masih mencari waktu yang pas untuk rekaman.

 

  • Apa saja acara yang sudah diisi oleh Sendja Gurau?

    Salah satu acara Sendja Gurau pada tanggal 4 November kemarin baru saja mengisi acara Fakultas Hukum Universitas Indonesia dalam acara Justice, Art, Music on Stage (JAMS) sebagai the First Winner of band Competition dalam acara JAMS. Selain itu masih banyak acara lainnya yang telah dilalui.

    Sedikit saya sebagai pewawancara ingin mengemukakan salah satu keunikan dari Band ini adalah karakter dari setiap personil yang berusaha dan tidak pernah ragu untuk berkarya. Seringkali dirasakan bahkan saya sendiri merasakan bahwa ketika saya ingin memulai berkarya saya merasa bahwa karya saya takut buruk dan tidak disukai. Selain itu, terkadang terdapat perbedaan antara orang tua dengan kita sendiri dimana ketika kita ingin berkarya khususnya dibidang musik, orang tua dari masing-masing kita beranggapan bahwa musik tidak akan memberikan apa-apa dan pada akhirnya kita akan cepat berlalu kemudian dilupakan.

    Bagas dan Palas secara khusus pun merasakan hal yang sama, namun Bagas menjawab keraguan tersebut dengan mengatakan bahwa “Ketika kamu merasa ragu untuk berkarya dimana terdapat ketidaksesuaian pandangan antara kamu dan orang tuamu, kamu harus menunjukkan wujud karya secara nyata bukan hanya omongan namun ada bukti yang bisa dilihat” lebih lanjut Bagas menceritakan bahwa ketika lagu “Intuisi tentang Rasa” tercipta, reaksi dari orangtuanya sangat positif dan merasakan bahwa terdapat keseriusan dari anaknya untuk berkarya.

    Palas menambahkan ketika kamu ingin berkarya maka berkarya saja karena awal mula dari kita berkarya pada umumnya akan gagal. Dari kegagalan tersebut kita belajar dan terus belajar hingga pada akhirnya kita harus yakin bahwa akan ada satu titik dimana kita akan merasakan keberhasilan dari karya kita. Disamping itu, Palas dan Bagas menambahkan bahwa ketika kita memiliki potensi tunjukkan dengan karya dan jangan memberikan potensi itu secara percuma.

    Sendja Gurau ingin bahwa kedepannya musik mereka dinikmati semua orang sehingga tidak ada pengkotak-kotakan dari musik itu tersebut sehingga dari awal sampai akhir para personil Sendja Gurau tidak ingin ada kelompok khusus pecinta musik mereka karena tadi seperti yang sudah disebutkan diatas bahwa musik Sendja Gurau adalah musik kalian semua. Maka, bagi kita semua yang ingin mencari info lain dari Sendja Gurau baik itu acara, dan lagu-lagu dari mereka, kalian bisa follow dan cek instagram dari Sendja Gurau di @sendjagurau dan untuk mendengarkan lagu-pagu dari Sendja Gurau kalian bisa menikmatinya di Spotify.

Sekian hasil wawancara saya dengan Bagas dan Palas sekali lagi sukses untuk Sendja Gurau.

 

Reporter: Kevin Marbun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *