Senja dalam Renjana

Bukan
Ini bukan sajak, syair, puisi, apalah itu namanya
Mengenai pemuda yang menikmati secangkir kopi hitam disaat senja ditemani oleh kamu
Karena aku
Bukanlah penyair berkelas yang memiliki ribuan diksi yang dapat
Dipilihnya untuk menguntai kata-kata bijaksana

Aku hanyalah
Seseorang yang tenggelam dalam kerinduan
Bukan—bukan aku merindukan dia
Namun aku merindukan hangatnya—bukan, panasnya
Semangat yang berkobar-kobar
Idealisme yang kokoh tidak tergoyahkan
Pemikiran yang hebat nan menggetarkan
Milikmu
Iya, kamu
Kamu yang membaca tulisan ini

Kamu, mungkin kalian
Yang menghilang, teralihkan oleh sejuta kesibukan
Sibuk meninggi di organisasi kampus, namun
Lupa untuk merendah diantara lingkungan terdekat
Sibuk mengkaji sana dan sini, namun
Selalu lupa untuk mengabdi
Rajin beraksi dari ujung utara hingga ke selatan namun,
Tidak pernah ada implementasi

Generasi milenial, katanya
Generasi penikmat senja, katanya
Generasi penuh inovasi, katanya
Ah
Jangan-jangan
Kalian ini hanya sebatas
Generasi budak-budak korporat?
Atau mungkin budak-budak cinta?

Entahlah
Senja dalam renjana
Renjana
Dan rindu
Rindu
Dan renjana
Maha benar mahasiswa dengan segala tindak tanduknya.

Oleh : Faradilla Adwina

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *